Banyak orang ingin masuk ke dunia digital marketing karena peluangnya besar dan bisa dikerjakan dari mana saja. Tapi ketika mulai mencari “cara jadi digital marketer pemula”, informasi yang muncul kadang terlalu teknis atau membingungkan. Padahal, untuk memulai karier ini tidak harus pintar coding atau punya latar belakang IT.
Artikel ini membahas langkah-langkah awal menjadi digital marketer dari nol, dengan bahasa sederhana, berdasarkan pengalaman profesional lebih dari 10 tahun menangani berbagai brand, kampanye iklan, dan strategi digital di Indonesia.
Daftar Isi

Mengapa Digital Marketing Jadi Profesi yang Dicari?
Perilaku konsumen sudah berubah. Hampir semua aktivitas dilakukan secara digital—mulai dari mencari informasi, berbelanja, belajar, hingga hiburan. Bisnis pun akhirnya membutuhkan orang yang mampu mempromosikan produk di platform digital.
Inilah sebabnya digital marketer menjadi profesi yang terus dicari dan dibayar dengan baik.
Kabar baiknya: siapa pun bisa memulai, bahkan dari nol.
1. Pahami Dasar Digital Marketing Terlebih Dahulu
Sebelum terjun lebih dalam, penting untuk memahami “peta” digital marketing itu sendiri. Digital marketing bukan hanya tentang membuat konten atau beriklan di media sosial.
Beberapa elemen utamanya meliputi:
- Social media marketing
- SEO (Search Engine Optimization)
- Ads (Facebook Ads, Google Ads, TikTok Ads)
- Content marketing
- Email marketing
- Website & landing page
- Analisis data
Sebagai pemula, kamu tidak perlu menguasai semuanya sekaligus. Cukup tahu gambaran besarnya terlebih dulu.
Baca Juga: Panduan Lengkap 7 Langkah Cara Membuka Bisnis Online dari Nol
2. Pilih Satu Skill Utama untuk Difokuskan
Kesalahan pemula adalah memaksa diri menguasai semua skill sekaligus, padahal digital marketing itu luas.
Saran terbaik: pilih satu skill yang kamu kuasai dulu.
Beberapa skill yang paling cocok untuk pemula:
- Social media management
- Copywriting
- Desain konten
- SEO dasar
- Ads basic
Saat satu skill sudah kuat, barulah tambah skill lainnya. Cara ini membuat perkembanganmu lebih cepat dan terarah.
3. Belajar dari Studi Kasus, Bukan Sekadar Teori
Teori digital marketing sangat penting, tapi tidak cukup. Kamu perlu melihat bagaimana teori bekerja dalam dunia nyata.
Contoh kasus:
Sebuah bisnis kuliner kecil tidak mendapatkan hasil dari iklan Facebook. Setelah dianalisis, mereka tidak memakai konten yang tepat dan targetingnya terlalu luas. Ketika konten diubah menjadi video pendek yang menampilkan proses memasak dan penawaran khusus, engagement naik, dan pelanggan lokal mulai berdatangan.
Studi kasus seperti ini membantu memahami pola dan strategi yang benar.
4. Latihan dengan Membuat Proyek Kecil
Belajar digital marketing sama seperti belajar berenang: harus langsung terjun.
Kamu bisa mulai dengan:
- Mengelola akun bisnis kecil milik teman
- Membuat konten untuk brand fiktif
- Membuat blog pribadi untuk belajar SEO
- Mencoba membuat iklan dengan budget kecil
- Mengoptimalkan profil bisnis di sosial media
Dengan mencoba sendiri, kamu akan memahami proses yang tidak tercantum di teori—seperti membaca data, mengatasi engagement turun, atau menentukan konten yang tepat untuk audiens.
5. Kuasai Alat (Tools) yang Dipakai Digital Marketer
Beberapa alat yang umum digunakan:
- Canva (desain konten)
- Google Analytics
- Meta Business Suite
- Google Search Console
- Keyword planner tools
- Notion atau Trello untuk workflow
Tidak perlu menguasai semuanya sekaligus. Pelajari sesuai fokus skill yang kamu pilih di awal.
6. Bangun Portofolio Meski Belum Pernah Dapat Klien
Portofolio tidak harus berasal dari pekerjaan berbayar. Kamu bisa membuat:
- Studi kasus kampanye iklan fiktif
- Analisis konten sosial media satu brand
- Website sederhana hasil belajar SEO
- Desain konten dan copywriting
Portofolio seperti ini sudah cukup untuk menarik peluang kerja atau klien pertama.
7. Jangan Takut Membangun Personal Branding
Digital marketer yang ingin berkembang cepat perlu membangun identitas profesional. Tidak perlu rumit—cukup aktif berbagi pengetahuan di platform seperti TikTok, Instagram, atau LinkedIn.
Manfaat personal branding:
- Mempermudah dapat klien
- Dianggap lebih kredibel
- Menarik peluang kerja lebih besar
Personal branding membuatmu terlihat sebagai orang yang mengerti apa yang dikerjakan.
8. Mulai Bangun Networking dengan Sesama Praktisi
Networking dalam digital marketing sangat penting. Kadang peluang terbesar datang dari kenalan, bukan dari lamaran kerja.
Cara membangun networking:
- Gabung komunitas digital marketing
- Ikut webinar atau kelas kecil
- Diskusi di LinkedIn
- Berkontribusi dalam project kolaborasi
Koneksi akan mempercepat perkembangan kariermu.
Studi Kasus Pemula: Dari Nol Jadi Social Media Specialist
Seorang mahasiswa pemula mulai mempelajari social media marketing melalui konten TikTok edukasi dan blog. Ia mencoba membuat akun brand fiktif untuk latihan. Dalam 3 bulan, kontennya berkembang baik dan engagement meningkat.
Portofolio itu ia gunakan untuk melamar kerja internship. Setelah 6 bulan pengalaman nyata, ia berhasil bekerja sebagai social media specialist dengan gaji kompetitif. Semua dimulai dari latihan kecil dan konsisten.
Kesimpulan
Cara jadi digital marketer pemula sebenarnya tidak serumit kelihatannya. Kuncinya adalah memahami dasar, memilih satu skill fokus dulu, lalu rajin praktik melalui proyek kecil. Ketika portofolio dan pengalaman mulai terbentuk, peluang karier dan penghasilan akan terbuka luas.



