7 Kesalahan Fatal yang Sering Dilakuin Digital Marketer Pemula

7 Kesalahan Fatal yang Sering Dilakuin Digital Marketer Pemula

Digital marketing terlihat seperti pekerjaan yang seru dan mudah. Tinggal posting konten, pasang iklan, lalu tunggu hasilnya. Sayangnya, realitasnya tidak sesimpel itu.
Banyak digital marketer pemula merasa frustrasi karena sudah berusaha, tapi hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Masalahnya bukan karena mereka tidak berbakat, tetapi karena melakukan kesalahan yang sebenarnya sangat umum.

Sebagai seseorang yang sudah berkecimpung lebih dari sepuluh tahun di dunia digital marketing, saya sering melihat pola yang sama.
Dalam artikel ini, kita akan membahas tujuh kesalahan umum dalam digital marketing yang paling sering dilakukan pemula, lengkap dengan contoh kasus dan cara simpel buat menghindarinya.

1. Fokus ke Tools, Bukan ke Strategi

Banyak pemula sibuk mempelajari tools seperti Meta Ads Manager, Canva, atau Google Ads, tapi lupa membangun strategi. Padahal tools hanyalah alat. Strategi yang menentukan arah.

Contoh Kasus Nyata

Saya pernah membantu pemilik bisnis kuliner yang rajin beriklan tapi tidak pernah memetakan target audiens. Akibatnya, iklan boros dan tidak menghasilkan. Setelah strategi diperbaiki, budget iklan bisa ditekan tanpa mengurangi hasil.

Cara Menghindarinya

Selalu mulai dari memahami tujuan, target audiens, dan pesan utama sebelum menyentuh tools apa pun.

2. Tidak Punya Buyer Persona yang Jelas

Masih banyak digital marketer pemula yang membuat konten untuk “semua orang”. Padahal, membuat konten tanpa tahu siapa yang dituju sama saja seperti berbicara ke ruangan kosong.

Baca Juga  Memahami Cara Kerja Algoritma Google Terbaru

Pengalaman Lapangan

Salah satu UMKM fashion yang saya dampingi gagal meningkatkan engagement selama empat bulan karena kontennya terlalu umum. Setelah membuat buyer persona yang spesifik, engagement naik karena konten jadi lebih relevan.

Cara Menghindarinya

Tentukan siapa yang kamu ajak bicara. Usia, hobi, masalah yang mereka hadapi, kebiasaan online, dan apa yang mereka butuhkan.

3. Terlalu Mengandalkan Viral

Viral memang menyenangkan, tapi bukan strategi. Banyak pemula kecewa karena konten tidak viral, lalu merasa gagal.

Studi Kasus

Seorang kreator edukasi yang saya coach sempat vakum karena kontennya tidak viral lagi. Setelah paham bahwa viral itu bonus, bukan goal, ia fokus bikin konten yang konsisten dan berkualitas. Hasilnya, komunitasnya tumbuh stabil.

4. Mengabaikan Data dan Mengandalkan Perasaan

Kesalahan terbesar digital marketer pemula adalah memasang konten atau iklan berdasarkan feeling. Padahal digital marketing adalah dunia berbasis data.

Pengalaman Pribadi

Dalam sebuah campaign produk skincare, klien merasa warna pastel lebih “cantik”. Tapi data menunjukkan bahwa warna cerah justru menghasilkan CTR yang jauh lebih tinggi. Setelah mengikuti data, performa iklan meningkat signifikan.

Cara Menghindarinya

Selalu cek angka. Lihat CTR, CPM, engagement rate, retention, atau conversion rate sebelum mengambil keputusan.

5. Tidak Konsisten dalam Branding

Branding bukan hanya logo. Branding adalah pengalaman keseluruhan yang pembeli rasakan.
Kesalahan umum pemula adalah kontennya berubah-ubah gaya, tone, dan visualnya tidak seragam.

Contoh Lapangan

Seorang reseller skincare mengeluhkan followers tidak naik-naik. Setelah dicek, setiap posting punya gaya yang berbeda. Setelah ia menerapkan template dan tone yang konsisten, kontennya terlihat lebih profesional dan mudah dikenali.

Cara Menghindarinya

Gunakan tone yang sama, visual yang konsisten, dan pesan yang jelas di semua platform.

Baca Juga  Memahami Cara Kerja Algoritma Google Terbaru

6. Tidak Mengoptimalkan Funnel Penjualan

Banyak pemula fokus hanya pada posting konten atau iklan, tapi tidak memikirkan alur customer journey. Padahal orang jarang beli hanya dari satu konten.

Studi Kasus

Pada sebuah campaign untuk produk edukasi, performa iklan awalnya buruk. Setelah dibuat funnel lengkap mulai dari konten awareness, retargeting, hingga follow-up WhatsApp, conversion rate naik sampai dua puluh persen.

Cara Menghindarinya

Pahami bahwa digital marketing adalah perjalanan. Buat alur dari kenal, suka, percaya, hingga membeli.

7. Tidak Belajar dari Kompetitor

Kompetitor adalah referensi gratis. Banyak pemula gengsi atau tidak tahu cara belajar dari kompetitor, padahal ini langkah paling cepat untuk berkembang.

Contoh Pengalaman

Salah satu bisnis snack yang saya tangani berhasil menggandakan penjualan setelah mempelajari pola kompetitor yang kontennya sering masuk FYP. Mereka tidak meniru, tetapi mengambil insight dan mengembangkan versinya sendiri.

Cara Menghindarinya

Amati siapa yang sukses di niche kamu. Lihat cara mereka menyampaikan pesan, membuat konten, dan membangun brand.

Kesimpulan

Digital marketing bukan sekadar mempelajari tools. Ini adalah perpaduan antara pemahaman audiens, strategi yang matang, kemampuan membaca data, dan eksekusi yang konsisten.
Tujuh kesalahan umum dalam digital marketing di atas adalah jebakan yang hampir semua pemula pernah alami, tetapi kamu bisa menghindarinya dengan belajar dari pengalaman dan kasus nyata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top